Peran Inovasi dalam Pemasaran.

 

LATAR BELAKANG

Selama ini, di mana ekonomi tumbuh pesat, perusahaan–perusahaan kurang mempertimbangkan faktor pesaing dibandingkan masa kini. “Kue ekonomi” berkembang pesat dan memang cukup bagi keberhasilan setiap orang. Namun selama ini, pertumbuhan ekonomi yang kurang bergairah menciptakan persaingan yang sangat ketat. Perusahaan–perusahaan secara khusus mendalami kelemahan pesaing–pesaingnya dan sering menyerang posisi pesaingnya dengan mendadak. Makin lama makin didasari perlunya inovasi dengan strategi pemasaran yang didasarkan atas baik kebutuhan konsumen maupun posisi para pesaing. Strategi Pemasaran harus disesuaikan tidak hanya pada sasaran konsumen tetapi juga pada para pesaing yang mengincar sasaran konsumen yang sama.

Kebanyakan industri memiliki satu perusahaan yang dikenal sebagai pemimpin pasar. Perusahaan ini memegang bagian pasar terbesar dalam pasar produk yang relevan. Biasanya perusahaan lain mengikuti tindakan–tindakannya dalam hal perubahan harga, pengenalan produk baru, pencakupan saluran distribusi dan intensitas promosi. Perusahaan pemimpin ini bisa saja tidak dikagumi, tetapi yang jelas ialah kalangan perusahaan lain mengakui dominasinya. Perusahaan ini menjadi titik pusat  orientasi para pesaing, ia merupakan perusahaan yang ditantang, ditiru atau dijauhi.

Usahawan mencipta permintaan baru di dalam pasaran dengan menukar kombinasi faktor pengeluaran untuk mencipta sesuatu yang baru. Inovasi adalah kunci usahawan untuk bertahan (survival) di dalam keadaan persaingan perniagaan yang sengit.

Perusahaan yang dominan selalu ingin tetap nomor satu. Sikap ini mendorongnya untuk mengambil tindakan ke tiga arah. Pertama, perusahaan harus menemukan cara untuk mengembangkan jumlah permintaan keseluruhan. Kedua, perusahaan harus menjaga tingkat bagian pasar yang dikuasainya dengan cara bertahan maupun menyerang yang baik. Ketiga, berikutnya nanti perusahaan dapat mencoba meningkatkan bagian pasarnya meskipun luas pasar tidak berubah.

 

 Untuk memahami suatu bentuk inovasi dalam pemasaran maka tentunya kita harus memahami sedikit hal tentang pemasaran itu sendiri.

A. Pengertian Pemasaran

Ada beberapa definisi mengenai pemasaran diantaranya adalah :

a. Philip Kotler (Marketing) pemasaran adalah kegiatan manusia yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran.

b. Menurut Philip Kotler dan Amstrong pemasaran adalah sebagai suatu proses sosial dan managerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain.

c. Pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, promosi dan mendistribusikan barang- barang yang dapat memuaskan keinginan dan mencapai pasar sasaran serta tujuan perusahaan.

d. Menurut W Stanton pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan pembeli maupun pembeli potensial.

B. Konsep Pemasaran

Konsep-konsep inti pemasaran meluputi: kebutuhan, keinginan, permintaan, produksi, utilitas, nilai dan kepuasan; pertukaran, transaksi dan hubungan pasar, pemasaran dan pasar. Kita dapat membedakan antara kebutuhan, keinginan dan permintaan. Kebutuhan adalah suatu keadaan dirasakannya ketiadaan kepuasan dasar tertentu. Keinginan adalah kehendak yang kuat akan pemuas yang spesifik terhadap kebutuhan-kebutuhan yang lebih mendalam. Sedangkan Permintaan adalah keinginan akan produk yang spesifik yang didukung dengan kemampuan dan kesediaan untuk membelinya.

            Dengan memahami definisi dan konsep pemasaran maka kita bias menggambarkan seperti apakah inovasi tersebut. Untuk itu maka kita juga perlu mengetahui apa yang dimaksud dengan Inovasi.

Definisi Inovasi

Definisi Inovasi menurut Kinicki dan Williams (2003) :

Inovasi adalah kaedah mencari jalan untuk menghasilkan produk baru yang lebih baik Organisasi tidak akan membenarkan perusahaan mereka berpuas hati dengan apa yang ada (complacent). Terutama sekali apabila pesaing akan menghasilkan ide yang kreatif

 

Sedangkan definisi inovasi menurut Chell (2001) : Inovasi juga bermaksud berfikir (deemed) untuk menghasilkan sesuatu yang baru di pasaran yang akan merubah persamaan antara permintaan dan pengeluaran (supply-demand equation).

Seperti kata Peter Drucker,” Bisnis memiliki dua fungsi dasar : pemasaran dan inovasi . Pemasaran dan inovasi memberikan dua hasil : Selebihnya adalah biaya-biaya.” Artinya. Formula Kemenangan ( yang digunakan Sony, 3M, dan Pfizer)

Formula Kemenangan = Inovasi Luar Biasa + Pemasaran Luar Biasa.

Peran Inovasi

Inovasi bukan sekadar berkutat dalam penciptaan produk yang baru dan lebih baik, tetapi juga pengembangan system yang lebih baik dan konsep bisnis yang baru. Beberapa perusahaan seperti IKEA, Southwest Airlines, Virgin, Home Depot dan Barnes & Noble untuk menjalankan industri lama dan menjadi profit leaders. Pemasar memainkan peran penting dalam mengusulkan inovasi memperhitungkan potensinya serta memperhatikan fitur dan rencana peluncurannya.

Dengan adanya inovasi akan muncul keyakinan bahwa inovasi berarti kemajuan. Orang Amerika percaya bahwa pada akhirnya mereka dapat menciptakan “surga di Bumi” di mana ada pemulihan dari segala jenis penyakit, di mana pengalaman diperoleh melalui realitas virtual, di mana ada makanan lezat yang bergizi, dan di mana perbedaan politis dapat diselesaikan tanpa kekerasan. Itulah yang menunjukkan betapa pentingnya suatu inovasi.

Inovasi membutuhkan kreativitas, yang sampai sekarang masih minim.ada beberaba cara yang dilakukan Perusahaan untuk  dapat menjadi lebih kreatif Pertama adalah mempekerjakan lebih banyak orang yang kreatif, yang pikirannya terus berputar, selalu ingin tahu, dan selalu bertanya. Kedua adalah menggunakan alat bantu dan proses kreativitas dalam memecahkan masalah perusahaan. Alat-alat bantu ini mencakup brainstroming, synetics, analisis modifikasi, hubungan yang diperkuat, dan analisis morfologis.Ketiga adalah sesekali menggunakan jasa agen kreatif, yang dapat membantu membangkitkan ide-ide besar yang baru bagi perusahaan.

 

DOSEN  PEMBIMBING

BAPAK FIRLY                      

PERANAN INOVASI DALAM PEMASARAN

 

 

DISUSUN OLEH

ERICK ROBSON L

STUDI MANAJEMAN PEMASARAN

LOKAL B2

 

 

JURUSAN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS RIAU

TAHUN 2011

 

 

 

 

 

:�nlp� �t:150%’> 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penilaian etis terhadap iklan

Setelah membahas mengenai definisi dan fungsi iklan, kini kita tiba pada aspek utama yang dibahas dan disoroti saat ini, yaitu aspek etika dari iklan. Mengenai aspek etika dari iklan ini tidak saja dapat dilihat dari aturan-aturan yang mendasar saja, (seperti : tidak boleh berbohong, otonomi manusia harus dihormati) namun kita juga harus mempertimbangkannya dari aspek lain, yang dapat ditinjau dari maksud si pengiklan, isi (content) iklan, dan keadaan publik yang dituju.

 

Maksud si pengiklan

Penilaian etis atau tidaknya suatu iklan tentu saja berkorelasi kuat dengan maksud si pengiklan, apabila maksud si pengiklan  sudah tidak baik, maka sudah dapat dipastikan bahwa iklannya pun juga akan sulit dianggap etis oleh masyarakat, contohnya iklan operator seluler yang sering kita lihat saling menjatuhkan satu sama lain – yang apabila dibiarkan hal ini akan menjadi perang iklan antar operator seluler yang tentu saja dampaknya tidak baik bagi masyarakat.

 

Isi iklan

Selain maksud si pengiklan, suatu iklan akan menjadi tidak etis apabula isi iklan tersebut kurang baik, misalnya saja iklan tentang minuman keras, terutama apabila disiarkan di negara yang menjunjung tinggi adat ketimuran seperti Indonesia ini. Maka sudah pasti iklan tersebut akan menuai protes dan di-ban oleh pemerintah / instansi yang mengawasi tentang periklanan.

Ada juga kontroversi iklan mengenai produk yang merugikan kesehatan masyarakat, apalagi kalau bukan rokok. Pemerintah dapat mengambil tindakan tegas untuk melarang iklan rokok yang ada dengan tujuan agar masyarakat tidak terpengaruh oleh rokok, terutama generasi muda dan remaja. Namun di sisi lain rokok boleh diperjualbelikan dengan legal, tentunya akan menuai banyak protes ketika iklan tentang rokok dilarang. Dalam hal seperti ini, konsumen sendirilah uang harus mem-filter iklan-iklan tersebut, dapat mempertimbangkan penggunaannya bagi kesehatannya, terutama resiko yang didapat daripada manfaat yang diperoleh.

 

 

 

Keadaan publik yang dituju

Dalam membuat iklan, pastilah sang produsen menargetkan iklannya tepat sasaran, yaitu tepat mengena pasar konsumen tertentu yang dituju, misalnya iklan mobil menargetkan iklannya dapat menarik bagi masyarakat golongan menengah ke atas (karena secara realitas merekalah yang mampu membeli). Hal ini apabila penyampaiannya kurang tepat, maka dapat menimbulkan perkara etika bagi golongan masyarakat dibawahnya. Apakah etis jika ada iklan tentang mobil yang mewah di tengah-tengah keadaan masyarakat yang sedang kacau dan mayoritas berada di bawah garis kemiskinan? Dengan adanya iklan semacam ini, maka garis pemisah antara penduduk kaya dan miskin akan semakin tebal

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s